Ekstremis Tikam Dua Polisi di Depan Parlemen Tunisia

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 01/11/2017 18:55 WIB
Ekstremis Tikam Dua Polisi di Depan Parlemen Tunisia Ilustrasi. (Thinkstock/Stevanovicigor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Dalam Negeri Tunisia melaporkan seorang ekstremis menikam dua polisi hingga terluka di depan gedung parlemen pada Rabu (1/11).

"Seorang ekstremis menyerang dua polisi dengan pisau. Seorang polisi luka di dahinya, sementara seorang lainnya ditikam di leher dan sedang dirawat intensif," ujar Yasser Mesbah, juru bicara kementerian tersebut, melalui sebuah pernyataan.

Kementerian tersebut menyatakan pelaku mengaku menganut aliran ekstremis selama tiga tahun dan memandang bahwa aparat keamanan seperti polisi sebagai "tirani".


"Dia percaya bahwa membunuh mereka [polisi] adalah bentuk jihad," katanya, sebagaimana dikutip Reuters.

Juru bicara pasukan keamanan nasional Tunisia, Walid Hkima, mengatakan bahwa serangan itu terjadi sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat dan pelaku langsung diamankan petugas.

Negara di Afrika Utara ini memang kerap dihantui aksi teror, terutama setelah revolusi Arab Spring pada 2011 lalu.

Tunisia pun berada dalam status darurat terorisme sejak November 2015 lalu, saat insiden teror terjadi di penjara di ibu kota Tunis dan menewaskan 12 petugas keamanan.

Pada tahun itu, Tunisia menjadi target serangkaian teror ISIS hingga menewaskan 72 orang, sebagian besar merupakan wisatawan mancanegara. (has)


ARTIKEL TERKAIT