Tersangka Serangan New York Didakwa Pasal Terorisme

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Kamis, 02/11/2017 07:00 WIB
Jaksa Distrik Selatan New York menyatakan tersangka serangan teror truk yang menewaskan delapan orang telah didakwa dengan pasal terorisme federal. Serangan truk di New York secara resmi disebut aksi teror dan tersangkanya didakwa pasal terorisme. (Reuters/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana tugas Jaksa Distrik Selatan New York menyatakan tersangka serangan teror truk yang menewaskan delapan dan melukai belasan orang telah didakwa dengan pasal terorisme federal.

Sayfullo Habibullaevic Saipov, lelaki asal Uzbekistan yang tinggal di New Jersel, didakwa menyediakan dukungan materiil untuk kelompok teror ISIS, kekerasan dan pengrusakan kendaraan bermotor, kata Jaksa Joon H Kim, Rabu waktu setempat (1/11).

Tersangka merencanakan serangan tersebut selama dua bulan dan menyewa truk sembilan hari sebelum serangan untuk berlahir, kata Kim.


Menurut laporan kejahatan federal, Saipov mengaku kepada penyidik dirinya terinspirasi oleh video-video ISIS, terutama yang menunjukkan pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi. Selain itu, serangan teror diakuinya telah direncanakan sejak setahun lalu.

Saipov memutuskan untuk melakukan serangan truk "untuk menyebabkan kerusakan maksimum terhadap warga sipil" dan dia secara spesifik memilih hari Halloween "karena ia meyakini bakal ada lebih banyak orang di jalanan saat hari libur," kata laporan tersebut.

Salah satu telepon seluler Saipov yang diperiksa penegak hukum berisi kurang lebih 90 video, "banyak di antaranya tampak seperti ... propaganda terkait ISIS." Telepon itu juga menyimpan hampir 4.000 gambar, sebagian besar propaganda ISIS, kata Biro Federal Investigasi alias FBI masih dalam laporan yang diperoleh CNN itu.
Otoritas setempat menyebut Saipov datang ke Amerika Serikat secara legal pada 2010. Dia diduga mengendarai truk sewaan ke jalur sepeda yang sedang padat pengunjungung tak jauh dari World Trade Center pada Selasa sore waktu setempat atau Rabu waktu Indonesia.

Delapan orang tewas dan belasan orang tewas saat truk itu melaju kencang di Manhattan. Saipov menabrakkan mobilnya ke sebuah bus sekolah, meninggalkan kendaraan sambil membawa senjata imitasi dan ditembak polisi, kata sejumlah pejabat berwenang.

Dalam melaksanakan serangan, Saipov mengandalkan panduan yang disalurkan ISIS beberapa tahun belakangan, kata otoritas setempat. Wakil komisioner bidang intelijen dan kontraterorisme Kepolisian New York, John Miller, mengatakan catatan yang ditemukan di dekat lokasi kejadian disertai dengan simbol dan kata-kata, tapi intinya adalah ISIS akan bertahan selamanya.

"Dia tampaknya telah mengikuti hampir persis dengan instruksi 'T' yang dikeluarkan ISIS di kanal-kanal media sosial sebelumnya dengan instruksi bagi para pengikut soal bagaimana untuk melakukan serangan-serangan semacam itu," kata Miller.