Penjebolan data besar-besaran ini diyakini dialami oleh hampir seluruh populasi Malaysia. Pertama kali dilaporkan pada bulan lalu oleh Lowyat.net, situs berita teknologi lokal, seorang sumber menyebut ada pihak yang mencoba untuk menjual basis data informasi pribadi di forum yang dikelolanya.
Menteri Komunikasi dan Multimedia Salleh Said Keruak mengatakan regulator internet di negaranya, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia, tengah menyelidiki informasi itu bersama dengan pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data yang dibocorkan termasuk sejumlah daftar nomor telepon, nomor kartu identitas, alamat rumah, dan data kartu SIM milik 46,2 juta pelanggan dari setidaknya 12 operator seluler Malaysia.
Peneliti keamanan siber menyatakan data yang bocor itu cukup ekstensif untuk memungkinkan penjahat membuat identitas palsu dan berbelanja di internet.
"Kini para peretas mempunyai informasi lebih berkualitas seperti tanggal lahir, nomor IC, nomor ponsel, alamat surel dan kata sandi," kata Lie mengomentari serangan di Malaysia.
Pelanggan penyedia layanan terbesar Malaysia, termasuk Maxis, Celcom dan Digi dari Axiata Group, turut menjadi korban serangan ini.
Kepala Komisi Komunikasi dan Multimedia Mazlan Ismail menyatakan pihaknya telah bertemu dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi setempat untuk bekerja sama dalam penyelidikan. Demikian dilaporkan kantor berita Bernama sebagaimana dikutip Reuters.
Lihat juga:China Bantah Tudingan Serangan Siber di AS |
(aal)