"Saya paham bahwa kemerdekaan penuh Palestina tidak mudah. Namun, saya berharap di bawah kepimpinan Yang Mulia, isu Palestina dapat mengalami kemajuan yang signifikan," kata Jokowi kepada Sekjen PBB pada KTT ASEAN-PBB ke-9 di Manila, Filipina, pada Senin (13/11).
Menurut pernyataan kantor Sekretariat Presiden yang diterima CNNIndonesia.com, dalam forum itu Jokowi juga mengajak seluruh pemimpin negara ASEAN memperkuat sinergi dan kerja sama dengan PBB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu kemerdekaan Palestina menjadi salah satu fokus politik luar negeri Indonesia. Jakarta pun terus mendorong penyelesaian konflik Israel dan Palestina secara proaktif dan mendukung solusi dua negara. Rekonsiliasi Hamas dan Fatah juga disambut baik oleh Indonesia.
Indonesia juga mendukung percepatan pembentukan kerangka konkret implementasi solusi dua negara tersebut dalam konferensi perdamaian Israel-Palestina di Perancis pada Januari lalu.
Isu kemerdekaan Palestina juga terus digaungkan RI dalam sejumlah pertemuan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), terutama saat gelaran KTT Luar Biasa pada Maret lalu di Jakarta.
Selain Palestina, Jokowi juga menyatakan pentingnya perhatian dan penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar, yang telah memicu eksodus ratusan ribu Rohingya ke perbatasan, terutama Bangladesh.
"Jika tidak selesai, maka krisis ini akan berdampak pada stabilitas dan keamanan kawasan. Krisis yang berkelanjutan juga akan melahirkan radikalisme dan bahkan meningkatnya ancaman terorisme," kata Jokowi.
Keduanya juga sepakat mendorong pemulangan pengungsi Rohingya antara Myanmar dan Bangladesh. (nat)