"Saya juga mengangkat isu hak asasi manusia, penegakan hukum, terutma pembunuhan di luar hukum yang juga menjadi kekhawatiran Kanada," ujar Trudeau, sebagaimana dikutip Reuters.
Isu HAM ini sangat sensitif bagi Duterte yang terus menampik tuduhan pembunuhan di luar hukum dalam menjalankan kampanye anti-narkoba di negaranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Trudeau mengatakan bahwa dalam pertemuan kali ini, Duterte menanggapi perbincangan ini dengan positif.
"Saya akan selalu mengangkat isu itu. Presiden menerima pendapat saya dan semuanya diangkat dalam perbincangan yang positif," ucap Trudeau.
Sebelumnya, isu kampanye anti-narkoba ini juga dibahas sekilas dalam pertemuan antara Duterte dan Trump di sela KTT ASEAN.
"Trump tampak simpati dan tak memberikan posisi resmi terkait hal itu dan hanya menganggukkan kepala, mengindikasikan dia mengerti masalah dalam negeri yang dihadapi terkait narkoba," kata Roque.
Melanjutkan penjelasannya, Roque berkata, "Trump juga mengatakan bahwa [Filipina] bertindak sesuai dengan hukum dalam perang narkoba ini, sejalan dengan pembangunan HAM. Tak ada pembahasan mengenai HAM dalam hal ini." (has)