Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, menganggap perdamaian kedua belah pihak bisa memperbesar peluang rakyat Palestina yang selama ini berjuang meraih kemerdekaan penuh dan menyelesaikan konflik wilayah dengan Israel.
“Kami mendukung perdamaian di Palestina. Sebab, kami pernah katakan sebelumnya bahwa tidak akan ada perdamaian dengan Israel jika perdamaian di Palestina sendiri tidak tercapai,” kata Al Shuaibi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bawah kesepakatan yang diteken di Mesir pada 12 Oktober itu, Jalur Gaza, yang selama ini dikuasai Hamas, akan diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah Palestina per 1 Desember mendatang.
Meski begitu, seperti diberitakan kantor berita Turki, Anadolu, baru-baru ini Mufti Saudi Abdul Aziz Al-Sheikh mengeluarkan fatwa yang menyebut Hamas sebagai organisasi teroris.
Menanggapi hal ini, Al Shuaibi menjelaskan bahwa negaranya memang masih menganggap Hamas sebagai kelompok teroris yang patut ditumpas walau telah berdamai dengan pemerintah Palestina.
Namun, karena rekonsiliasi telah tercapai, Hamas berarti telah mendukung pemerintah resmi Palestina. “Jika sudah seperti itu maka tidak ada lagi kelompok teroris [di Palestina],” kata Al Shuaibi. (nat)