Bertemu PM Malaysia, Jokowi Bisa Bahas Kasus Siti Aisyah

Riva Dessthania Suastha , CNN Indonesia | Jumat, 17/11/2017 17:56 WIB
Bertemu PM Malaysia, Jokowi Bisa Bahas Kasus Siti Aisyah Presiden Joko Widodo dengan Perdana Manteri Malaysia Najib Tun Razak di Istana Negara, Jakarta. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo akan bertandang ke Kuching, Sarawak, Malaysia untuk menemui Perdana Menteri Najib Tun Razak, Rabu (22/11) pekan depan. Dalam pertemuan itu kedua pemimpin akan membahas sejumlah isu prioritas, terutama perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI). Tidak menutup kemungkinan kasus yang membelit Siti Aisyah, 25 tahun, warga Indonesia (WNI) yang didakwa membunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-nam di Malaysia juga bakal dibahas.

“Kemungkinan dibahas itu selalu ada dan bisa saja terjadi karena saat kedua pemimpin bertemu, banyak isu yang akan diangkat meski isu tersebut sebelumnya tidak diagendakan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Christiawan Nasir, pada brifing rutin di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta, Jumat (17/11).
Siti Aisyah bersama terdakwa lainya asal Vietnam, Doan Thi Huong, terancam hukuman mati oleh pengadilan Malaysia setelah diduga membunuh Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, pada 13 Januari lalu di Bandara Kuala Lumpur Internasional 2 (KLIA2).

Siti Aisyah dan Doan terekam CCTV bandara menyergap Jong-nam dan menyeka wajah pria 45 tahun itu dengan cairan yang diduga racun VX. Tak lama setelahnya, Jong-nam tewas saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Dalam sidang, ahli kimia, Raja Subramaniam, juga mengaku tidak pernah melihat zat VX sebelumnya. Kesimpulan bahwa zat itu VX didasarkan pada gejala-gejala yang dikatakan dialami mendiang Kim Jong-nam. Padahal gejala serupa juga dialami korban zat beracun lainnya.
Masa persidangan Siti Aisyah yang rencananya berakhir 30 November mendatang juga diperpanjang hingga Maret 2018 karena masih banyak saksi yang belum dimintai keterangannya dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Shah Alam, Selangor.

Pengacara Siti Aisyah dari Gooi & Azura Law Firm juga mempertanyakan perbedaan perlakuan terhadap terdakwa dengan empat tersangka warga Korea Utara, yang hingga kini tidak pernah diajukan ke pengadilan. Selain itu, banyak bukti penting juga tidak diambil polisi penyidik. Para pengacara Siti Aisyah juga menilai para saksi kerap beropini bukannya menyampaikan fakta hukum.

Sampai saat ini, melalui pengacaranya, Siti menyatakan diri tidak bersalah dan mengaku dirinya korban penipuan acara lelucon televisi.
“Selama persidangan berlangsung, pemerintah melalui KBRI Kuala Lumpur akan terus mendampingi Siti dan kuasa hukumnya yang juga ditunjuk oleh KBRI,” ucap Arrmanatha.

Direktur Asia Tenggara Kemlu RI, Denny Abdi, mengatakan Jokowi juga akan membahas perjanjian ketenagakerjaan antara kedua negara sebagai upaya meningkatkan perlindungan TKI di Negeri Jiran tersebut.

“Pasti akan dibahas karena [perlindungan tenaga kerja] tidak akan pernah selesai. Pembahasan perlindungan TKI akan secara berkala dibahas kedua negara, termasuk dalam tingkat kepala negara, karena ini bagian dari upaya memaksimalkan perlindungan WNI di luar negeri,” kata Denny.

Sejauh ini, tak sedikit TKI yang terjerat masalah di Malaysia akibat tidak adanya perjanjian ketenagakerjaan antara Jakarta dan Kuala Lumpur. Sejauh ini, Indonesia telah mengajukan draf perjanjian tersebut namun belum mendapat tanggapan signifikan dari pihak Malaysia.
“Tapi belakangan sudah mulai ditanggapi, Malaysia bahkan sudah menghadiri pertemuan pembahasan MoU (Nota Kesepahaman) ketenagakerjaan tersebut di Bandung pada September lalu,” kata Denny.

Perjanjian ini, tuturnya, akan secara bertahap memperbaiki dan meningkatkan perlindungan TKI di Malaysia mulai dari proses rekrutmen hingga penempatan para tenaga kerja tersebut.

“Karena masalah TKI ini bukan hanya kepentingan Indonesia saja, tapi Malaysia juga. Dari 1,5 juta TKI yang terdaftar di Malaysia itu kan sebagian besar bekerja pada sektor industri seperti pabrik-pabrik. Jadi RI dan Malaysia berniat bekerja sama untuk terus memperbaiki perlakuan terhadap TKI di sana,” papar Denny .

Fokus kerja sama ekonomi dan penyelesaian sengketa perbatasan kedua negara pun tak luput dalam bahasan Jokowi dan Najib nanti. Kerja sama dalam sektor pertanian dan kelapa sawit menjadi salah satu prioritas kedua negara. (nat)