“Kami sampaikan pihak Indonesia siap menerima tawaran bagi perawat Indonesia yang bekerja di rumah-rumah sakit di Libya dengan sejumlah persyaratan,” kata Dubes Raudin saat dihubungi CNN Indonesia lewat media sosial WhatsApp, Selasa (21/11).
Syarat-syarat tersebut antara lain kondisi Libya telah aman, kontrak kerja yang jelas dengan mencantumkan jam kerja, gaji, akomodasi dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika situasi politik di Tripoli memanas. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tripoli, dipindahkan operasionalnya ke Pulau Djerba, Tunisia hingga sekarang. Meski begitu, KBRI di Tripoli tetap buka dengan staf yang secara rutin dirotasi, untuk penanganan dan pelayanan warga Indonesia (WNI) di Libya. Jumlah WNI di Libya saat ini 303 orang.
Pada perbincangan dengan PM Libya, Dubes Raudin menyampaikan upaya kerja sama antara Zona Perdagangan Bebas Misrata (Misrata Free Trade Zone) dengan Batam Free Trade Zone. "Undangan dari pihak Batam akan kami sampaikan pada awal tahun depan," kata Dubes Raudin.
Menurutnya, sektor kerja sama yang potensial bagi para pengusaha Indonesia di Libya adalah sektor migas. "Sebagian besar sumber minyak Libya sudah beroperasi dan telah mencapai satu juta barrel perhari. Ekspor minyak Libya sebelum revolusi adalah 1,6 juta barel per hari," kata Dubes Raudin.
Adapun Menlu Libya menyampaikan kesediaannya untuk hadir pada Bali Demokrasi Forum (BDF) Desember mendatang. (nat)