"Dari perspektif militer, kita telah mengakhiri keberadaan Daesh di Irak," kata Abadi merujuk kepada ISIS menggunakan singkatan bahasa Arab, Selasa waktu setempat (22/11).
"Insya Allah kami akan mengumumkan dalam waktu sangat dekat setelah akhir operasi pemurnian Daesh di Irak berakhir," ujarnya sebagaimana dilaporkan Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar Abadi menyusul pernyataan kemenangan yang dilontarkan Presiden Iran Hassan Rouhani dan ucapan terima kasih seorang komandan militernya untuk "ribuan martir" yang meninggal dalam operasi di Irak dan Suriah.
Walau demikian, Abadi mengatakan perseteruan politik bakal membuka jalan bagi para militan untuk kembali melaksanakan serangan. Dia merujuk kepada cekcok pemerintah pusat Baghdad dengan Pemerintah Regional Kurdistan menyusul deklarasi kemerdekaan belum lama ini.
Beberapa jam sebelum Abadi berbicara, setidaknya 23 orang tewas dan 60 luka-luka ketika bom bunuh diri meledak di dekat pasat yang dalam keadaan ramai di Tuz Khurmatu, selatan Kirkuk.
ISIS di Irak sudah kehilangan banyak wilayah. (AFP Photo/Ahmad al-Rubaye) |
Pengadilan Tinggi Federal Irak pada Senin menyatakan referendum itu tidak konstitusional dan hasilnya tidak sah, membantu Baghdad menghadapi perselisihan dengan wilayah Kurdi yang diawasi ketat oleh Turki dan Iran.
Warga Kurdi memutuskan untuk berpisah dari Irak dengan suara mutlak melalui referendum tersebut, menentang Baghdad dan negara tetangga Turki dan Iran yang mempunyai masalah dengan minoritas Kurdi di wilayahnya.
Pemerintah Irak merespons referendum itu dengan merebut kendali Kirkuk dan wilayah lain yang diperebutkan pemerintah Kurdi dan pusat. Baghdad juga melarang penerbangan langsung ke Kurdistan dan menuntut pengendalian lalu lintas perbatasan.
(aal)
ISIS di Irak sudah kehilangan banyak wilayah. (AFP Photo/Ahmad al-Rubaye)