Calon Penerus Mugabe: Zimbabwe Kini Penuh Demokrasi

Reuters , CNN Indonesia | Kamis, 23/11/2017 09:15 WIB
Calon Penerus Mugabe: Zimbabwe Kini Penuh Demokrasi Masyarakat Zimbabwe bersuka cita usai Robert Mugabe mengundurkan diri dari jabatan presiden dan Emmerson Mnangagwa kembali ke dalam negeri. (AFP Photo/Mujahid Safoedin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa, mengatakan kepada masyarakat di Harare bahwa mereka sedang menyaksikan "dimulainya demokrasi penuh," sementara sang mantan Wapres yang dipecat itu mulai membangun kembali jalan menuju kekuasaan pasca-pengunduran diri Presiden Robert Mugabe.

Hal ini disampaikan pada Rabu (22/11), dalam pidato pertamanya setelah dipecat oleh Mugabe, 6 November lalu. Langkah yang disebut dilakukan untuk melancarkan jalan ibu negara Grace Mugabe menuju kursi presiden itu memicu intervensi militer sehingga memaksa lelaki yang sudah berkuasa sejak 1980 silam itu mengundurkan diri.

Mnangagwa, yang berhubungan dekat dengan tentara dan aparat keamanan, akan dilantik sebagai presiden dalam upacara yang akan digelar Jumat ini, kata sejumlah pejabat yang dikutip AFP.

"Hari ini kita menyaksikan awal dari demokrasi penuh yang baru di negara kita," ujarnya di hadapan ratusan pendukung. Beberapa di antara kerumunan itu mengenakan kaos bergambar tokoh berusia 75 tahun itu.

"Kita ingin menumbuhkan perekonomian kita, kita ingin lapangan pekerjaan ... semua patriot Zimbabwe mesti bersatu, bekerja sama," ujarnya.

Dia dikelilingi oleh aparat keamanan dalam jumlah besar dan tiba di partai penguasa ZANU-PF dengan arak-arakan ala presiden.
Mnangawa baru mendarat di Pangkalan Udara Manyame di Harare setelah terbang dari Afrika Selatan dan bertemu sejumlah pejabat ZANU-PF sebelum beranjak menuju kantor pemerintah Zimbabwe untuk rapat.

"Pidato yang sangat bagus, saya tak bisa menjelaskan perasaan saya ketika melihat dia setelah menjalani apa yang dia alami. Yang saya inginkan hanyalah lapangan pekerjaan," kata Remigio Mutero, 30, lulusan IT yang jadi pengangguran.

ZANU-PF sempat berupaya memakzulkan Mugabe karena pemimpin berusia 93 tahun itu tak juga mundur meski sudah didesak berbagai pihak hingga militer mengambil alih pemerintahan pada pekan lalu.
Sejak krisis pecah, Mugabe lebih banyak berada di kediaman "Atap Biru" di Ibu Kota Harare, tempat yang diyakini juga menaungi sang istri berjulukan "Gucci Grace"--julukan yang diberikan para kritikus karena gaya belanjanya yang mewah.


(aal)