Total 15 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Rusia dan Perancis, turut membantu mencari ARA San Juan, kapal selam hilang yang membawa 44 awak tersebut. Kapal itu terakhir kali berhubungan dengan angkatan laut Argentina pada 15 November lalu.
Operasi pencarian diperluas hingga radius 35 kilometer dari area yang berada sekitar 400 kilometer lepas pantai Argentina. Di sana, sempat terdeteksi ledakan yang diduga berasal dari kapal selam tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Balbi juga mengonfirmasi kapal intelijen Rusia yang dilengkapi kapal selam berkemampuan mencapai kedalaman hingga 6.000 meter, Yantar, akan tiba di lokasi pada 5 Desember untuk ikut serta dalam pencarian.
Desain ARA San Juan yang berfokus pada kamuflase telah membuat para pencari frustrasi. Belum lagi, faktor-faktor lain seperti cuaca buruk ikut menyulitkan upaya pencarian, kata pilot Angkatan Laut AS Adam Slavinsky yang juga mengaku "tidak diberikan tenggat waktu" untuk menemukan kapal selam itu.
Sebuah kapal yang dilengkapi kapal selam darurat juga ikut dikerahkan dalam pencarian.
[Gambas:Video CNN]
Tiga awak kapal San Juan secara ajaib selamat dari tragedi. Seorang di antaranya dipulangkan ke keluarga untuk mendampingi ibunya yang sakit, satu lagi dipindahtugaskan ke Peru, sementara yang terakhir ditugaskan menjalankan tanggung jawab administrasi.
Kehilangan kapal selam ini menjadi pukulan telak bagi militer Argentina yang sejak sebelumnya sudah kekurangan peralatan pertahanan.
(aal)