"Kami memiliki banyak hal yang harus dilakukan, termasuk mempertanyakan banyak saksi. Dengan mempertimbangkan waktu yang terbatas kami tidak dapat menunda persidangan," kata ketua hakim Kim Se-Yoon kepada wartawan di Seoul.
Persidangan Park sempat terhenti selama lebih dari 40 hari. Menurut kantor berita AFP, Park, yang dimakzulkan pada pertengahan tahun ini karena terjerat skandal korupsi, menolak hadir dalam persidangan karena marah terhadap keputusan hakim yang memperpanjang masa penahanannya menjadi enam bulan, pada Oktober lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, sebagaimana dikutip AFP, Park juga telah mengajukan surat izin kepada otoritas pusat penahanan kota Seoul, kemarin, untuk tidak hadir dalam persidangan karena alasan kesehatan.
Lihat juga:Jaksa Putuskan Tahan Bekas Presiden Korsel |
Pihak berwenang juga mengatakan mereka tidak bisa memaksa Park untuk hadir dalam sidang karena statusnya sebagai mantan presiden.
Park telah mendekam ditahanan sejak hakim Pengadilan Pusat Distrik Seoul melayangkan surat penangkapan terhadap dirinya pada akhir Maret lalu.
Selain suap, Park juga dituduh melakukan sejumlah pelanggaran lain, seperti pembocoran rahasia negara kepada sahabatnya sendiir, Choi Soon-sil dan penyalahgunaan kekuasaan dalam skandal tersebut.
Karena skandalnya itu, Mahkamah Konstitusi pun mengamini permintaan parlemen untuk memakzulkan Park pada 10 Maret lalu. (nat)