Pesawat koalisi mengebom sejumlah posisi kelompok bersenjata Houthi Minggu malam (4/12), kata warga dan media setempat, berupaya untuk mengusir para pendukung mantan Presiden Ali Abdullah Saleh di tengah pertempuran dengan kelompok yang berafiliasi dengan Iran itu.
Menurut Palang Merah, sudah ada puluhan orang yang tewas dalam empat hari pertempuran tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertempuran bergeser ke arah bandara dan situasi sangat tegang. Kami bagkan tidak mengevakuasi staf."
Para staf PBB terkurung di tempat tinggalnya di Sanaa sejak bentrokan pecah Kamis kemarin, ujar sumber tersebut.
Seorang pekerja bantuan lain dari badan independen di Yaman, yang menolak untuk disebutkan namanya, mengatakan PBB berencana untuk mengevakuasi 180 pekerja, tapi para pejabat menilai jalan menuju bandara masih belum cukup aman.
[Gambas:Video CNN]
Russell Geekie, juru bicara bidang bantuan kemanusiaan PBB di New York, mengatakan PBB berencana untuk mengurangi jumlah staf non-esensial di Sanaa, tapi mereka belum bisa bergerak dengan aman dan jumlah orang yang ada di sana masih belum bisa dipastikan karena situasi masih berubah-ubah.
"Kami sangat prihatin atas bentrokan di Sanaa, yang dilaporkan telah memakan korban jiwa dari warga sipil dan mengakibatkan implikasi negatif pada bantuan kemanusiaan," kata Geekie melalui surat elektronik kepada Reuters.
Izin mendarat di bandara Sanaa masih belum didapatkan dari koalisi selaku pihak yang mengendalikan lalu litas udara di atas ibu kota, meski wilayah tersebut dikuasai Houthi.
(aal/aal)