China telah menyuarakan kekhawatiran atas program nuklir dan peluru kendali Korea Utara, berikut meminta Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk berhenti memprovokasi Pyongyang.
Pesawat pengebom AS akan terbang di atas Semenanjung Korea pada Rabu (6/12) dalam latihan militer skala besar bersama Korea Selatan. Korea Utara telah memeringatkan bahwa latihan itu akan mendorong kawasan ke "ambang perang."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang-orang yang berada di luar ruangan saat ada serangan nuklir mesti berlindung dengan berbaring di parit, melindungi kulit dengan pakaian berwarna terang atau menyelam ke sungai atau danau untuk mencoba meminimalisir kemungkinan kematian sekejap, bunyi artikel itu.
Lihat juga:Pejabat PBB Kunjungi Korea Utara Pekan Ini |
Surat kabar juga menyediakan konteks historis, menyatakan bahwa ketika Amerika Serikat menjatuhkan bom nuklir di Hiroshima, Jepang, 1945 silam, radiasi cahaya dan gelombang ledakan mengakibatkan kebakaran dan angin kencang yang menghancurkan 81 persen bangunan dan menewaskan 70 ribu orang.
[Gambas:Video CNN]
Pekan lalu, Korea Utara menguji coba rudal balistik antarbenua yang diklaim paling canggih dan bisa mencapai daratan Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan pihaknya akan menghancurkan rezim Korea Utara jika mereka terus mengancam dengan senjata nuklir.
Beijing khawatir dampak konflik atau kejatuhan Korea Utara yang kacau bisa berdampak buruk pada negaranya. Misalnya, China kemungkinan mesti menghadapi gelombang pengungsi dari perbatasan sepanjang 1.400 kilometer yang memisahkan kedua negara.
(aal)