Otoritas Bangladesh menyatakan pembangunan fasilitas juga akan dilakukan dalam waktu dekat.
Rencana relokasi pengungsi itu disepakati Perdana Menteri Sheikh Hasina pada 28 November lalu, meski sejumlah organisasi pemerhati hak asasi mengkritiknya karena Thengar Char dinilai tidak layak huni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski lahannya banjir akibat air pasang, pulau tersebut bisa ditangani dengan pekerjaan pengembangan lahan dan perlindungan pesisir. Banyak negara di dunia menempati pulau di tengah laut dengan proses yang sama," kata Kamal, Rabu (6/11).
Sebagaimana dilaporkan CNN, sekitar 100 ribu dari hampir 1 juta pengungsi Rohingya di Bangladesh akan dipindahkan ke pulau itu pada November 2019 mendatang. Rencana pemindahan ini menghabiskan dana sedikitnya US$278 juta.
Pulau seluas 30 ribu hektare tersebut pertama kali muncul ke permukaan sekitar 11 tahun lalu.
Warga Rohingya terpaksa mengungsi ke Bangladesh karena persekusi militer. (REUTERS/Adnan Abidi) |
Selain Thengar Char, Bangladesh juga membangun kamp penampungan dengan luas sekitar 12 kilometer persegidi Kutapalong yang berbatasan langsung dengan Myanmar.
Mereka kabur dari Myanmar karena militer kembali mengincar etnisnya di kampung halaman.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat telah menganggap krisis Rakhine sebagai upaya pembersihan etnis Rohingya yang selama ini dianggap sebagai imigran ilegal asal Bangladesh.
Beberapa pihak bahkan menganggap kekerasan militer itu sudah patut disebut sebagai kejahatan genosida.
(aal)
Warga Rohingya terpaksa mengungsi ke Bangladesh karena persekusi militer. (REUTERS/Adnan Abidi)