Rapat darurat digagas oleh delapan negara anggota yakni Perancis, Inggris, Italia, Bolivia, Mesir, Swedia, Senegal, dan Uruguay. Pertemuan itu dilaporkan akan dilaksanakan pada sekitar 10.00 waktu New York, AS.
"PBB telah memberikan status legal dan politik, di mana DK PBB telah menyerukan semua negara untuk menghormati keputusan itu. Karena itu kami percaya DK PBB harus menangani masalah ini dengan segera," tutur Wakil Duta Besar Swedia untuk PBB, Carl Skau, kepada Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guterres sebelumnya telah mengecam keputusan Trump dengan mengatakan bahwa PBB menentang segala langkah unilateral terkait perubahan status Yerusalem.
Dia mengatakan sengketa status Yerusalem, yang selama ini diklaim Israel dan Palestina sebagai ibu kota, hanya dapat diselesaikan melalui negosiasi langsung antara kedua negara.
Trump berkeras memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem sebagai bentuk pengakuannya itu.
[Gambas:Video CNN]
Padahal, dunia Arab dan sejumlah sekutu utamanya seperti Perancis, Jerman, Inggris, mengecam tindakan AS karena dianggap bisa merusak proses perdamaian Israel-Palestina.
Keputusan itu pun dianggap menyalahi resolusi internasional yang selama ini menganggap Yerusalem sebagai bagian integral dari wilayah Palestina.
Resolusi itu berhasil diadopsi dengan perolehan 14 suara dan satu suara abstain dari AS. Ini pertama kalinya AS sebagai sekutu Israel tidak memveto resolusi yang memberatkan kawan terdekatnya di Timur Tengah itu.
(aal)