Peringatan keras itu dilontarkan pada Minggu (10/12) saat mereka berkumpul di Oslo, Norwegia, untuk menghadiri Kampanye Internasional Penghapusan Senjata Nuklir (ICAN).
"Dengarkan peringatan kami dan ketahuilah tindakan Anda berarti. Anda semua adalah bagian penting dari sistem kekerasan yang mengancam umat manusia," kata Setsuko Thurlow, penyintas serangan bom atom Amerika Serikat di Hiroshima sekaligus pegiat ICAN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Thurlow dan Direktur Eksekutif ICAN Beatrice Fihn meminta negara-negara bersenjata nuklir di dunia untuk melarang dan memusnahkan alat mematikan tersebut.
Perjanjian PBB melarang sejumlah aktivitas nuklir, termasuk mengembangkan, menguji coba, memproduksi, membuat dalam skala besar, mendapatkan, memiliki atau menyimpan senjata nuklir.
Kebanyakan teman sekolahnya tidak selamat. Keponakannya yang berusia empat tahun juga meninggal dunia setelah "berubah menjadi daging meleleh yang tak dikenali."
Ilustrasi senjata nuklir Korea Utara (REUTERS/KCNA) |
Dia mengatakan nasib keponakannya itu mengingatkannya akan seluruh anak-anak di dunia yang saat ini terancam oleh senjata nuklir.
Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia dan China--lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang masing-masing memiliki senjata nuklir--tidak berpartisipasi dalam negosiasi perjanjian nuklir.
Korea Utara, yang telah melaksanakan enam uji coba nuklir, juga tidak ikut serta. Negara tersebut belakangan kerap perang kata-kata dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena program nuklirnya. Fihn mengatakan "kehancuran bersama tinggal menunggu satu tantrum impulsif."
"Kita telah menghindari perang nuklir--bukan melalui kepemimpinan yang baik, tapi melalui keberuntungan. Dan cepat atau lambat, jika kita tidak bertindak, keberuntungan kita akan berakhir," kata Fihn dikutip CNN.
(aal)
Ilustrasi senjata nuklir Korea Utara (REUTERS/KCNA)