Fawzi, 16 tahun, ditangkap saat terjadi bentrokan di Kota Hebron, (Al-Khalil) Tepi Barat, Kamis (7/12). Dia digelandang puluhan tentara dengan mata tertutup dan tangan tertelikung.
Paman Fawzi, Rashad al-Junaidi mengatakan keponakannya ditangkap saat berbelanja bersama keluarga. "Dia dipukuli habis-habisan dan ditahan tentara Israel," kata Rashad seperti dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu, Selasa (12/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Foto Fazwi dengan tangan dan mata diikat dengan celana yang sobek-sobek digelandang puluhan tentara Israel bersenjata lengkap beredar viral dan menuai kemarahan netizen. Para warganet mengecam tentara Israel melakukan kriminalisasi terhadap bocah Arab.
Pengacara Fawzi, Farah Bayadsi, mengatakan kliennya berusaha menyelamatkan diri dari gas air mata saat tiba-tiba dipukul dengan senapan, ditutup matanya lalu digelandang ke pusat penahanan, kemudian dijebloskan ke Penjara Ofer, Israel.
Rashad mengatakan Fawzi akan disidangkan, Kamis (14/12).
Ketegangan meningkat di seluruh wilayah Palestina sejak Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Rabu (6/12), dan menuai kecaman dunia Arab dan umat muslim di seluruh dunia. Sedikitnya empat warga Palestina tewas dalam bentrokan dan satu tentara Israel tewas ditikam di Yerusalem.
(nat)