Jeffrey Feltman, warga Amerika yang menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal bidang hubungan politik, mengatakan kepada CNN bahwa dia khawatir akan "kurangnya komunikasi" dan "risiko tinggi terjadinya semacam miskalkulasi."
Feltman adalah pejabat tertinggi PBB yang mengunjungi Pyongyang sejak 2011. Dia menghabiskan lebih dari 15 jam berbicara dengan sejumlah petinggi Korut, termasuk Menteri Luar Negeri Ri Yong-ho. Feltman sebelumnya menjabat sebagai asisten menteri luar negeri AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk jangka panjang, kata Feltman, Korut memahami pentingnya diplomasi.
"Saya rasa itu setidaknya untuk aspirasi jangka panjang. Mereka mengerti bahwa mesti ada denuklirisasi Semenanjung Korea, bahwa mesti ada semacam kesepakatan berdasarkan solusi diplomatik."
Feltman mengatakan di mengingatkan para pejabat Korea Utara bahwa program nuklir dan peluru kendali mereka bukan hanya perhatian Amerika Serikat, tapi seluruh masyarakat global, sebagaimana ditunjukkan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.
Rudal dan nuklir Korut membuat pejabat PBB khawatir. (REUTERS/KCNA) |
"Saya sudah menjalani berbagai pertemuan diplomatik di mana salah satu pihak atau kedua pihak hanya membacakan poin-poin dan memberikan monolog panjang satu sama lain yang berisi penegasan posisi atau polemik atau ketidaksepakatan yang sebenarnya sudah diketahui.
"Saya tidak tahu apakah mereka akan menerima apapun yang kami sampaikan. Tapi mereka memberikan perhatian yang baik saat kami menjelaskan mengapa masyarakat internasional sangat khawatir."
(aal)
Rudal dan nuklir Korut membuat pejabat PBB khawatir. (REUTERS/KCNA)