"Identitas dan iman kami tidak untuk diperdebatkan," kata Salam yang beragama Islam, seperti dilaporkan The Times of Israel, Jumat (15/12).
"Keputusan (Donald Trump soal Yerusalem) telah melenyapkan kegembiraan karena itu kami membatalkan festival tahun ini," kata Salam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kitab Perjanjian Baru, Yesus juga dibesarkan di kota itu.
Nazareth juga dikenal sebagai ibu kota warga Arab di Israel. Dua pertiga penduduknya beragama Islam, dan sepertiganya beragama Kristen.
Perayaan Natal di kota itu bukan sekadar peringatan keagamaan, melainkan acara yang mendatangkan pendapatan yang cukup besar bagi kota tersebut. Perayaan Natal di Nazareth mengundang banyak turis mancanegara setiap tahunnya. Tiadanya perayaan Natal tahun ini, yang diputuskan sebagai protes terhadap langkah Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, tampaknya bakal berdampak pada kota tersebut.
(nat)