"Sekitar 10:10, sekelompok orang bersenjata memasuki bangunan yang sedang dibangun di pusat pelatihan NDS (Direktorat Keamanan Nasional) di area Afshar," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Najib Danish, kepada AFP.
"Pertempuran masih berlangsung dan kami juga telah meluncurkan operasi kami sendiri."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada laporan terkait korban.
Nasrat Rahim, wakil juru bicara Kementerian Dalam Negeri, mengatakan suara tembakan senjata besar dan kecil dari pertempuran tersebut bisa terdengar.
Ibu kota Afghanistan adalah salah satu tempat paling mematikan bagi warga sipil di negara yang dilanda perang ini dalam beberapa bulan terakhir. Alasannya, Taliban dan ISIS sama-sama meningkatkan serangannya.
Keamanan di Kabul ditingkatkan sejak 31 Mei, ketika bom truk yang sangat besar meledak di kawasan kantor diplomatik di kota tersebut, menewaskan sekitar 150 orang dan melukai 400 lainnya. Kebanyakan korban adalah warga sipil.
(aal)