Melalui laman resmi Kedutaan Besar untuk AS, China menyatakan berharap Amerika Serikat bisa membuang mental untung-rugi dan mencari kesepakatan sembari menghargai perbedaan.
"Dengan dasar saling hormat, China mau hidup berdampingan dengan damai bersama negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat," bunyi pernyataan tersebut, dikutip Reuters pada Selasa (19/12). "Namun, AS mesti beradaptasi dan menerima perkembangan China."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerja sama adalah satu-satunya pilihan tepat untuk China dan Amerika Serikat," ujarnya. Dia juga mengatakan kedua pihak mesti mengambil langkah konstruktif dalam menghadapi ketidaksepakatan, meski hal tersebut sudah tak lagi jadi kejutan.
Aktivitas ekonomi dan diplomatik China di seluruh dunia secara umum dapat diterima dengan baik dan tidak ada satu pun negara atau laporan yang bisa mengubah fakta tersebut atau membuat fitnah, kata Hua.
"Kami mendorong pihak AS untuk berhenti secara sengaja mengganggu niat strategis China."
Juru bicara Kemlu China, Hua Chunying. (REUTERS/Jason Lee) |
Amerika menyebut China dan Rusia sebagai "kekuatan revisionis" meski Trump telah berjanji membangun hubungan kuat dengan Presiden China Xi Jinping sembari mencoba mengatasi masalah akibat program peluru kendali dan nuklir Korea Utara.
"Tapi karena ukuran dan kekuatan besar yang telah dicapai China, mereka tidak akan bisa menekan China," kata surat kabar terkemuka itu, dikutip Reuters.
(aal)
Juru bicara Kemlu China, Hua Chunying. (REUTERS/Jason Lee)