Seorang koresponden AFP melaporkan mendengar ledakan besar sekitar 10.50 GMT, beberapa saat sebelum Saudi dijadwalkan mengungkap anggarannya. Acara tersebut biasanya diadakan di istana Yamamah oleh Sang Raja.
"Rudal balistik dicegat di atas Riyadh," kata koalisi pimpinan Saudi yang berperang melawan pemberontak Houthi melalui pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengincar bandara internasional Riyadh pada 4 November, serangan rudal pertama memicu pengetatan blokade Saudi yang telah berlangsung lama di Yaman. Saat ini, negara tersebut sudah berada di ambang bencana kelaparan.
Pada Kamis, Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nikki Haley, memaparkan bukti "tak terbantahkan" yang menunjukkan rudal itu "buatan Iran."
Namun, komentarnya melampaui temuan penyelidikan PBB yang tidak berhasil mencapai kesimpulan pasti soal asal muasal rudal itu dan hanya menyebutnya mempunyai "kesamaan asal-usul" dengan sejumlah desain Iran.
(aal)