Sebagaimana dikutip Reuters, surat kabar Asahi melaporkan bahwa Korut melakukan sejumlah eksperimen untuk menguji coba kemungkinan memasukan virus tersebut ke rudal balistik antarbenua.
Laporan Asahi yang mengutip sumber intelijen Korea Selatan itu menyatakan uji coba dilakukan untuk memastikan bakteri antraks bisa selamat memasuki kembali atmosfer bumi setelah diluncurkan ke luar angkasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reuters menyatakan tidak bisa memverifikasi laporan itu secara independen.
Program senjata nuklir dan rudal Korut sudah lebih dulu memicu ketegangan di kawasan. Pyongyang menyebut langkahnya diperlukan untuk menangkal ancaman dari Korsel dan Amerika Serikat.
Ilustrasi sampel bakteri antraks. (Center for Disease Control/Handout) |
Sejumlah pejabat pemerintahan di Seoul mengatakan, penundaan latihan militer tersebut bergantung pada sikap Korea Utara selama Olimpiade Musim Dingin 2018.
Seoul telah mengajukan kemungkinan penundaan latihan militer ke Washington. Hal tersebut juga dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi antara Moon dan Presiden China Xi Jinping pada pekan lalu, kata seorang pejabat dari kantor kepresidenan Seoul yang dikutip Reuters.
Korea Utara meningkatkan uji coba rudal dan nuklirnya dalam kecepatan yang luar biasa sepanjang tahun ini, dan provokasi apapun yang dilakukan Korea Utara "sudah pasti akan berdampak" pada latihan, kata pejabat kepresidenan Korsel tersebut.
"Ini adalah pesan kuat presiden bahwa Korea Utara tidak boleh melakukan provokasi apapun (sepanjang Olimpiade)," ujar pejabat tersebut kepada wartawan.
(arh)
Ilustrasi sampel bakteri antraks. (Center for Disease Control/Handout)