Dilaporkan Reuters pada Kamis (21/12), Green dipaksa turun setelah investigasi internal mengungkap menteri paling senior dalam kabinet May itu berbohong mengenai konten pornografi yang ditemukan di komputer kantornya.
Penyelidikan para pejabat senior menyimpulkan bahwa pernyataan Green yang mengaku tak mengetahui materi pornografi di komputernnya itu "tidak akurat dan menyesatkan".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesaksiannya, Green menjelaskan bahwa dirinya tidak sadar materi tidak senonoh itu ada pada komputer kantornya. Namun, tim menemukan bahwa kesaksian Green pada 4 dan 11 November lalu itu tidak akurat.
Tim juga mendapatkan kesaksian dari seorang perempuan anak dari keluarga kerabat yang mengaku pernah menerima perilaku tidak mengenakan saat bertemu Green di sebuah acara, 2015 lalu.
Pengunduran diri Green dianggap pukulan baru bagi kepemimpinan May yang saat ini tengah menghadapi perundingan Brexit.
Theresa May memaksa wakilnya sendiri mengundurkan diri karena skandal pornografi. (REUTERS/Toby Melville) |
Green, sebagai salah satu pejabat pro-Brexit, ditunjuk sebagai wakil perdana menteri sekitar enam bulan lalu saat May menggelar pemilu sela pada Juni 2017.
"Saya menyesal telah diminta mengundurkan diri dari pemerintahan karena telah melanggar Kode Menteri yang saya telah sesali dan meminta permohonan maaf karenanya," ucap Green melalui sebuah surat yang ditujukan kepada May.
Green merupakan menteri ketiga May yang mundur dalam beberapa waktu terakhir. November lalu, Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon memilih mengundurkan diri dari jabatannya setelah terjerat skandal pelecehan seksual.
Sepekan kemudian, Menteri bidang Bantuan Internasional Priti Patel dipaksa mengundurkan diri karena secara diam-diam bertemu dengan pejabat Israel di Tel Aviv.
(aal)
Theresa May memaksa wakilnya sendiri mengundurkan diri karena skandal pornografi. (REUTERS/Toby Melville)