Beijing menganggap pulau yang dipandang sebagai provinsi pembangkang itu sebagai sebagai wilayahnya dan tak pernah menepikan kemungkinan menggunakan cara paksa untuk merebutnya kembali.
Media pemerintah China melaporkan latihan "keliling pulau" itu secara besar-besaran, bulan ini, termasuk menunjukkan gambar pesawat pengebom dengan latar belakang Yushan, tempat yang disebut sebagai puncak tertinggi Taiwan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua orang lama-lama akan terbiasa dengan latihan itu," kata juru bicara, An Fenghsan, sebagaimana dikutip Reuters pada Rabu (27/12), tanpa menjelaskan lebih jauh.
Beijing mengambil langkah lebih keras terhadap Taipei sejak Tsai Ing-wen yang berasal partai pro-kemerdekaan memenangkan pemilihan umum tahun lalu.
Pesawat tempur China kerap bermanuver di Taiwan. (Ministry of National Defense/Handout via REUTERS) |
Pemerintahan demokratis Taiwan tampaknya sama sekali tidak mau dikendalikan China yang otokratis, dan Taipei berulang kali menuding Beijing tidak mengerti demokrasi.
Lihat juga:Taiwan Percaya Diri Hadapi Militer China |
Lai mengatakan pemerintahannya akan mengikuti arahan presiden, pihak yang bertanggung jawab atas hubungan Taiwan dan China.
"D bawah kepemimpinan presiden, Yuan Eksekutif mendorong hubungan pemerintah, menstabilkan hubungan lintas-selata menuju perkembangan yang damai," kata Lai, merujuk kepada kabinet Taiwan dengan nama resminya.
(aal)
Pesawat tempur China kerap bermanuver di Taiwan. (Ministry of National Defense/Handout via REUTERS)