Penahanan ini merupakan yang kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir sejak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjatuhkan sanksi baru bagi Korut sebagai respons atas uji coba nuklir keenamnya.
Kepada Reuters, seorang pejabat bea cukai Korea Selatan mengatakan kapal KOTI ditahan di pelabuhan Pyeongtaek-Dangjin di selatan Incheon, akhir pekan lalu. Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi oleh seorang pejabat angkatan laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat bea cukai enggan memaparkan detail penahanan kapal itu dengan alasan sensitivitas keamanan. Namun, kantor berita Yonhap melaporkan pejabat intelijen bersama aparat bea cukai tengah melakukan penyelidikan terkait kapal tersebut.
"Pemerintah sedang fokus berkonsultasi secara erat dengan negara-negara terkait dan kementerian lainnya untuk sepenuhnya mengimplementasikan seluruh sanksi DK PBB," ujarnya, Selasa (2/1).
[Gambas:Video CNN]
Sebelum KOTI, pada akhir November lalu aparat Korsel juga menahan kapal berbendera Hong Kong, Lighthouse Winmore, yang diduga mengirimkan sedikitnya 600 ton minyak ke Pyongyang dengan memindahkan kargonya ke kapal Korut, Sam Jong 2, di tengah laut.
Lighthouse Winmore merupakan satu dari 10 kapal yang diusulkan untuk masuk ke dalam daftar hitam.
Lihat juga:Korut Lanjut Kembangkan Nuklir di 2018 |
Beijing juga membantah sejumlah laporan yang menuding negara masih menjual minyak secara ilegal ke Korut di tengah sanksi DK PBB.
Korut diblokade PBB karena mengembangkan rudal nuklir. (REUTERS/KCNA) |
"Di saat yang sama, setiap tindakan yang diambil DK PBB juga harus memiliki dasar serta bukti yang konklusif dan aktual. China akan terus berpartisipasi terkait sanksi DK PBB tersebut sesuai prinsip," bunyi pernyataan Kemlu China tanpa mengelaborasi.
Selain China, Rusia juga dituding masih menjual minyak secara ilegal ke Korut. Sejumlah kapal tanker Rusia disebut memasok bahan bakar ke Korut setidaknya tiga kali dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut seorang sumber, Rusia mengirim bahan bakar tersebut dengan cara memindahkan kargo di tengah laut. (aal)
Korut diblokade PBB karena mengembangkan rudal nuklir. (REUTERS/KCNA)