Biasanya Kim mengenakan pakaian berwarna hitam atau biru gelap saat tampil di muka publik. Namun, dalam kesempatan ini, dia mengenakan warna terang dengan kaca mata dan rambut yang disisir rapi.
Jarang kali dia melihat ke bawah untuk membaca naskah pidatonya. Pemimpin tertinggi Korut itu berbicara dengan sangat lancar seraya mengungkapkan kemungkinan pemerintahannya mengirim delegas ke Olimpiade Musim Dingin di Korsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perubahan dari pakaian Maois gelap menjadi jas abu-abu gaya Barat kemungkinan besar bertujuan untuk menekankan pesan perdamaian Kim dalam pidatonya, dan mencerminkan keadaan pikiran yang tenang yang mungkin datang bersama penyelesaian kekuatan nuklir Korut," kata institut tersebut, dikutip Reuters.
Kim juga menyatakan dirinya siap berdialog dengan Seoul. Pernyataan itu disambut dengan tawaran pembicaraan tingkat tinggi antara kedua negara di Panmunjeom, desa gencatan senjata yang berada di perbatasan, pada 9 Januari ini.
Pakaian Kim Jong-un dari tahun ke tahun. (KCNA/via REUTERS) |
Tahun ini, tanda-tanda itu tidak lagi terlihat.
"Ketika kami memberi saran kepada klien yang berada dalam situasi sulit atau dikelilingi rumor tak enak, kami memberi tahu mereka untuk mengenakan pakaian putih atau abu-abu," ujarnya.
"Dalam studi psikologi warna, putih menunjukkan kepolisan sementara abu-abu cenderung mengalihkan perhatian dari Anda. Kim mungkin merasakan tekanan karena berada di pusat perhatian global dan mengenakan abu-abu setelah bertahun-tahun mengenakan warna gelap."
(aal)
Pakaian Kim Jong-un dari tahun ke tahun. (KCNA/via REUTERS)