"Saya mungkin memiliki hubungan yang baik dengan Kim Jong-un. Saya punya hubungan dengan orang. Saya pikir kalian akan terkejut," ucap Trump dalam wawancara khusus dengan Wall Street Journal.
Namun, Trump bungkam ketika ditanya lebih lanjut mengenai hubungan dengan Kim. Dia bahkan tak mau membocorkan kemungkinan kontak antara kedua pemimpin negara yang terus berseteru tahun lalu ini.
Lihat juga:Trump Buka Kemungkinan Bicara dengan Korut |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maksud dari pernyataan Trump ini masih kabur. Namun, sebelumnya Presiden Moon Jae-in mengatakan, Trump memegang andil besar sehingga pertemuan tingkat tinggi antara Korea Selatan dan Korea Utara dapat terselenggara pada Selasa lalu, setelah dua tahun terhenti.
Salah satu strategi itu akan dibahas dalam pertemuan antara AS dengan Kanada pada Selasa pekan depan.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada AFP, salah satu agenda pertemuan itu adalah membahas kemungkinan untuk menginterogasi awak kapal yang akan berlayar ke Korut.
[Gambas:Video CNN]
"Kami akan membahas larangan maritim," ujar Hook yang kemudian mengangkat kemungkinan pembahasan embargo angkatan laut untuk mendukung sanksi PBB.
Sejumlah negara menganggap gagasan embargo angkatan laut itu dapat meningkatkan ketegangan militer dengan Korut. Namun, Hook mengatakan bahwa ide itu sudah lama dibahas.
"Kami akan membahas semuanya dengan rekan-rekan dan sekutu kami mengenai langkah yang akan kami ambil dalam larangan maritim ini," tutur Hook.
Lihat juga:Trump Kecewa China Jual Minyak ke Korut |
Hook memastikan, AS akan menghubungi Rusia dan China setelah pertemuan antara Washington dan Ottawa berbincang.
"China bekerja sama dengan kami. China memiliki tujuan kebijakan yang sama dalam memastikan Korut tidak menjadi negara senjata nuklir dan dapat menciptakan hulu ledak nuklir," kata Hook. (has/has)