Remaja putri itu, Khawlah Noman, mengatakan bahwa ia sedang berjalan menuju sekolah bersama adik laki-lakinya ketika pria tersebut datang dengan membawa gunting dan mencoba memotong jilbabnya.
"Ia mencoba menggunting jilbab saya dua kali," kata Noman. "Saya merasa sangat takut dan bingung. Saya tak suka orang melakukan ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat diserang, Noman disebut melawan penyerangnya dan berteriak, lalu lari dengan adiknya.
Mereka berdua lalu bergabung dengan sekelompok murid lain, namun berpisah di sebuah persimpangan.
"Ini merupakan tindakan kebencian yang pengecut. Ini tidak merepresentasikan siapa kita (orang Kanada)," kata Kathleen Wynne, pemimpin Provinsi Ontario lewat akun Twitter-nya.
"Kita harus tegas mendukung gadis kecil ini yang diserang hanya karena ia berjilbab," lanjutnya,
Menurut dewan sekolah tempat Noman belajar, mereka memiliki 300 murid dari TK hingga kelas 6 SD, yang berbeda secara budaya dan latar belakang sosial-ekonomi. (stu)