"Rudal balistik menyerang Hawaii. Segera cari perlindungan. Ini bukan simulasi," bunyi peringatan darurat itu, mengutip CNN.com, Minggu (14/1).
Saat peringatan serangan rudal muncul, para wisatawan langsung berhamburan. Banyak pelancong yang diarahkan menuju barak militer dan berkumpul di depan televisi sambil menanti kabar terbaru. Sementara, wisatawan yang sedang menyantap makan pagi di restoran buru-buru bersembunyi di balik meja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika mendapatkan peringatan serangan rudal, ia bercerita, baru terbangun tidur di kamar hotelnya di Pulau Maui, pulau kedua terbesar di Hawaii.
Azbell menyebutkan, ia dan ratusan pengunjung lainnya digiring menuju ruangan bawah tanah oleh petugas hotel agar aman dari serangan rudal.
Azbell mengaku lega mendengar kabar itu. "Hawaii sangat cantik. Tapi, ini bukan tempat di mana saya ingin mati," tuturnya.
Wisatawan benar-benar menduga serangan rudal bakal menyerang Hawaii karena tensi tinggi hubungan AS dan Korea Utara. Apalagi, Hawaii merupakan negara bagian AS yang letaknya dekat dengan Korea Utara.
Setelah kejadian ini, Pemerintah Hawaii segera mengeluarkan pemintaan maaf karena peringatan keliru tersebut. Gubernur Hawaii David Ige menjelaskan, peringatan muncul lantaran kesalahan operator yang keliru memencet tombol.
"Kesalahan itu terjadi ketika ada perubahan prosedur standar petugas jaga dan salah seorang petugas keliru memencet tombol yang salah," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (bir)