Wakil Menteri Luar Negeri AS, Steven Goldstein, mengatakan pemerintah Ghana, Afrika Selatan, Haiti, Bostwana, dan Senegal telah memanggil Dubes AS di negara mereka terkait hal tersebut.
Staf Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afrika Selatan telah mengungkapkan keprihatinan pemerintah terkait pernyataan vulgar Trump soal imigrasi yang turut menyebut sejumlah negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan CNN, pernyataan tidak bermoral Trump itu dilontarkannya pada Kamis (11/1) di tengah diskusi kebijakan imigrasi bersama pejabat lainnya di Gedung Putih. Trump, menurut seorang sumber, menyebut negara-negara Afrika yang selama ini menjadi salah satu asal para imigran di AS sebagai "negara lubang kotoran".
Pernyataan itu lantas memicu kecaman keras dari publik AS, termasuk para politikus, hingga masyarakat internasional.
Pada (12/1), Trump membantah telah menggunakan kata-kata yang dimaksud. Dia secara spesifik juga menampik bahwa telah menghina negara Haiti dengan mengatakan bahwa "saya bukan orang rasis."
Goldstein mengatakan Kemlu AS telah menginstruksikan para diplomatnya untuk tidak menafsirkan atau melunakkan ucapan sang Presiden itu. Sebaliknya, dia memaparkan para diplomat AS didorong untuk mendengarkan kelihan dan kekhawatiran negara-negara tersebut terkait pernyataan Trump.
"Presiden memiliki hak untuk membuat ucapan apapun yang dia inginkan dan kami menghormati Presiden. Namun para diplomat telah diinstruksikan untuk menegaskan kembali bahwa AS tetap berkomitmen untuk menjalin hubungan dengan negara-negara tersebut dan sangat peduli terhadap rakyat mereka," kata Goldstein.
"Mereka [para diplomat AS] herus bekerja ekstra keras untuk bisa mengirim pesan itu sekarang. Itu bagian dari tanggung jawab mereka. Hal ini tidak mengubah apa yang seharusnya mereka lakukan," lanjut Goldstein. (nat)