“Sejauh ini kami telah mencatat 1,004,742 orang Rohingya. Mereka telah diberikan kartu-kartu registrasi biometrik," ujar Brigjen Saidur Rahman dari angkatan darat Bangladesh yang memimpin pendaftaran Rohingya pada Rabu (17/1).
Registrasi ini merupakan proses repatriasi atau pemulangan kembali para pengungsi yang akan dimulai pekan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski upaya repatriasi ini merupakan rencana konkret yang pertama terjadi, banyak kelompok HAM yang masih mengekspresikan kekhawatiran mereka. Pasalnya, hingga saat ini, masih ada warga Rohingya yang melarikan diri meniggalkan Myanmar.
"Dengan pemerkosaan, pembunuhan dan penyiksaan yang masih segar dalam ingatan pengungsi Rohingya, rencana kembalinya mereka ke Myanmar masih terbilang prematur," kata James Gomez dari Amnesty International. (atk/stu)