"Akhir tahun ini? Kita bicara beberapa skenario berbeda--maksud saya jelas hal itu hanya untuk sementara. Kami tidak memperkirakan hal itu bisa terjadi. Tidak," kata Trump dalam wawancara khusus dengan Reuters, Kamis (18/1).
Memutar kebijakan AS yang sudah berlangsung selama beberapa dekade, pada awal Desember lalu Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memulai langkah memindahkan kedubes dari Tel Aviv.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yerusalem adalah rumah bagi tempat suci Islam, Yahudi dan Kristen. Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur yang dicaplok Israel kelak dijadikan ibu kotanya.
"Peninjauan solid saya, proses itu akan berlangsung lebih cepat dari yang Anda bayangkan--dalam satu tahun dari sekarang."
Meski menampik komentar Netanyahu, Trump berjanji kedubes baru itu akan jadi "kedubes yang indah, tapi tidak memakan biaya $1,2 miliar," merujuk pada klaimnya soal biaya pembangunan kedubes baru AS di London.
Dia mengakui pemindahan kedubes di Inggris disepakati di bawah kepemimpinan presiden sebelumnya, George W Bush. Namun, dia menegaskan bangunan itu dibangun di bawah Obama dan "sangat melebihi anggaran."
[Gambas:Video CNN]
(aal)