Mereka tiba di Afrin sehari setelah Turki meluncurkan serangan udara mengincar kelompok bersenjata yang didukung oleh Amerika Serikat itu.
Hal tersebut dilaporkan oleh Haberturk sebagaimana dilansir Reuters, mengutip Perdana Menteri Binali Yildrim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sasaran yang dimaksud di antaranya adalah tempat persembunyian dan gudang senjata.
Serangkaian langkah militer ini menandai hari kedua keterlibatan Turki dalam perang saudara yang telah berlangsung selama hampir tujuh tahun.
Seorang wartawan Reuters di sisi Turki di gerbang perbatasan Oncupinar melaporkan sempat mendengar suara-suara ledakan yang ditembakkan kurang lebih tiga menit sekali.
Di saat yang sama, konvoy militer dikerahkan dekat gerbang. Satu kendaraan pengangkut tampak membawa sejumlah tank baja.
Selain itu, dia juga menngatakan operasi ini dilakukan untuk "melindungi integritas teritorial Suriah dan mengeliminasi semua elemen teroris di kawasan."
[Gambas:Video CNN]
Kantor Berita Anadolu melaporkan empat roket dari Suriah menghantam Kilis, sebuah kota yang berada di perbatasan, semalam. Sejumlah rumah rusak karena serangan itu.
Operasi ini menghadapkan Turki dengan pasukan Kurdi yang bersekutu dengan Amerika Serikat. Di saat yang sama, Ankara juga merupakan salah satu sekutu AS di NATO.
Niat Turki untuk mengirim pasukan ke Suriah pertama kali dilontarkan saat ada kabar Amerika membantu kelompok bersenjata YPG dan koalisinya di Pasukan Demokratis Suriah (SDF) membentuk pasukan keamanan perbatasan.
Turki memandang YPG sebagai perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang sudah melaksanakan pemberontak selama tiga dekade terakhir.
Sementara itu, Amerika Serikat mendukung YPG, memandangnya sebagai rekanan yang efektif dalam memerangi ISIS di Suriah.
(aal)