Langkah itu meningkatkan operasi yang sudah berlangsung selama dua hari di perang sipil yang telah berkecamuk selama hampir tujuh tahun.
Di tengah permintaan AS untuk menahan diri, meriam artileri Turki menghantam sejumlah posisi YPG Kurdi, sementara roket-roket dari Suriah mengenai kota di perbatasasn Turki dan melukai puluhan orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turki yang menganggap YPG sebagai organisasi teroris marah atas dukungan AS. Washington, yang didukung oleh kelompok bersenjata itu dalam memerangi ISIS, menyatakan prihatin atas situasi saat ini.
Lihat juga:Iran Desak Turki Hentikan Serangan Ke Suriah |
"Kami akan mengejar mereka, Insya Allah, kami akan menyelesaikan operasi ini dengan cepat."
Tembakan artileri dan serangan udara Turki terus menghantam desa-desa, kata YPG, sementara pertempuran hebat berkecamuk di bagian utara dan barat Afrin.
Turki, yang mendukung faksi pemberontak Pasukan Pembebasan Suriah di utara, menginginkan "zona aman" seluas 30 kilometer persegi di kawasan, kata Perdana Menteri Binali Yildrim dalam laporan HaberTurk yang dikutip Reuters.
Lihat juga:Tentara Turki Tiba di Suriah |
"Kami mendorong Turki untuk menahan diri dan memastikan operasi militernya tetap terbatas dalam hal durasi dan ketelatenan untuk menghindari korban sipil," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert.
Menurut Menteri Pertahanan AS James Mattis, Turki memberi tahu pihaknya sebelum menggelar operasi itu. "Kita akan selesaikan masalah ini," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
(aal)