Pertempuran terparah antara para separatis selatan yang beraliansi kepada Uni Emirat Arab dan pasukan yang loyal kepada pemerintah sokongan Arab Saudi ini berisiko menghambat peperangan melawan Houthi di utara Yaman.
Pertempuran mereda pada malam hari setelah Perdana Menteri Ahmed bin Daghr memerintahkan gencatan senjata dan menginstruksikan pasukan pendukung pemerintah untuk kembali ke Barak, kata sejumlah saksi yang dikutip Reuters, Senin (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yaman terpecah oleh konflik selama tiga tahun antara pemerintah Presiden Abd-Rabbou Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi.
Orang-orang bersenjata dikerahkan di sebagian besar distrik Aden dan terjadi baku tembak senjata otomatis disertai ledakan di kota pelabuhan tersebut, kata sejumlah saksi Reuters.
Separatis bersenjata tampaknya unggul dengan merebut pangkalan militer penting di Khor Maksar di utara Aden. Selain itu, mereka juga merebut sejumlah bangunan dair tentara pendukung Hadi.
Warga setempat menyatakan ratusan demonstran pro-Selatan sempat berkumpul di alun-alun.
[Gambas:Video CNN]
(aal)