Polisi menyatakan bom seberat 450 kilogram itu memiliki panjang sekitar 145 sentimeter dengan lebar 45 sentimeter. Senjata peninggalan masa lalu itu diyakini berasal dari Amerika Serikat.
Selain mengevakuasi warga, otoritas setempat juga menutup beberapa jalan di sekitar lokasi untuk memastikan kelancaran dan keamanan saat petugas berupaya menjinakkan bom tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut arsip militer AS, korps angkatan udaranya mulai mengebom wilayah Hong Kong dengan serangan udara sebanyak puluhan kali pada musim gugur 1942 lalu.
Peristiwa serupa pernah terjadi di Jerman dalam beberapa tahun terakhir.
September lalu, hampir 60 ribu orang dievakuasi dari Frankfurt ketika pihak berwenang harus menjinakkan bom seberat 1,4 ton yang diyakini milik Inggris.
Empat bulan sebelumnya, sebanyak 50 ribu warga di kota Hanover juga terpaksa dievakuasi menyusul penemuan dua bom serupa di sebuah proyek konstruksi.
[Gambas:Video CNN]
(aal)