Trump Ganti Calon Dubes AS untuk Korea Selatan

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 31/01/2018 10:28 WIB
Trump Ganti Calon Dubes AS untuk Korea Selatan Presiden Donald Trump mengganti calon duta besar AS untuk Korea Selatan, Victor Cha. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Victor Cha, mantan pejabat Gedung Putih yang lama digadang-gadang bakal menjadi calon duta besar Amerika Serikat untuk Korea Selatan, tidak lagi menjadi pilihan Presiden Donald Trump. Pembatalan pencalonan itu diduga lantaran Cha tidak sepaham dengan Trump soal cara menghadapi Korea Utara.

Dalam artikel yang dipublikasikan Washington Post, Selasa  sore (30/1), Cha memastikan dirinya tidak dipertimbangkan lagi untuk menjadi kandidat dubes AS untuk Korsel.

Cha berpandangan serangan militer preventif bukanlah cara untuk menghadapi krisis rudal nuklir Korea Utara, yang dikatakan mampu menghantam Amerika Serikat.


Menurut Cha, serangan preventif menimbulkan risiko peningkatan perang yang dapat membunuh ratusan ribu warga Amerika Serikat.

"Kekuatan (memang) diperlukan untuk mengatasi Korea Utara, (tapi) jika mereka menyerang terlebih dulu, bukan melalui serangan preventif yang bisa memicu perang nuklir," tulis Cha.


Cha adalah mantan Direktur Bidang Asia di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih. Dia juga adalah deputi ketua delegasi AS dalam perundingan nuklir Korea Utara di masa pemerintahan Presiden George W. Bush.

"Gedung Putih telah beralih ke kandidat potensial lainnya," kata seorang pejabat AS seperti dilansir Reuters, Rabu (31/1). Dia menambahkan pemerintah sedang mencari orang yang tepat untuk dinominasikan. Namun pejabat itu menolak memberitahu alasan pembatalan pencalonan Cha.

Kabar pembatalan pencalonan Cha tersiar menjelang pidato kenegaraan Trump, Selasa malam. Trump diperkirakan akan membahas soal Korea Utara, yang selama ini selalu ditekankan dalam kebijakan luar negerinya.

Pemerintah Amerika Serikat selalu menyatakan bahwa semua opsi tersedia untuk mengatasi masalah Korea Utara. Para pejabat menyatakan Trump dan para penasihatnya tengah mempertimbangkan serangan terbatas.



Rencana itu dikhawatirkan para pengamat yang memperingatkan bahwa hal itu bisa memicu pembalasan sengit, terutama ke Korea Selatan.

Para pejabat Amerika Serikat  berulang kali menekankan bahwa pemerintah lebih memilih solusi diplomatis.  Opsi militer pun dianggap telah kehilangan momentum setelah Korea Selatan dan Korea Utara mulai berdialog menjelang Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korsel.

Juli lalu, Cha menyerukan pendekatan baru diplomasi terhadap Korea Utara. Cha berpendapat China harus menjadi bagian sentral dalam perundingan di masa depan. Pyongyang juga harus mendapat imbalan atas penghentian program rudal dan nuklirnya.

Lewat akun media sosial Twitter, Cha juga menyoroti kebijakan pemerintah AS soal sanksi yang lebih keras terhadap Korea Utara. Dia me-retweet artikel-artikel yang menekankan pentingnya diplomasi.

[Gambas:Video CNN]

Para pengamat mengkhawatirkan batalnya Cha sebagai calon dubes AS untuk Korsel. "Ini adalah kabar yang sangat besar dan sangat mengkhawatirkan," kata Tom Wright, peneliti senior di Brookings Institution.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Desember lalu mengabarkan bahwa pemerintah AS secara resmi meminta persetujuan atas pencalonan Cha. Pejabat Korsel mengatakan mereka berharap Cha akan berada di posisinya, tepat saat Olimpiade, yang akan dihadiri Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence.

(nat)