"Sebuah pesawat militer menargetkan pos pengamatan Hamas di Jalur Gaza," bunyi pernyataan militer soal serangan yang terjadi di dekat Beit Hanoun, bagian utara Gaza itu, sebagaimana dikutip AFP, Sabtu (3/2).
Seorang penduduk lokal, Mohamed Abu Jarad, mengatakan dia dan keluarganya terpaksa melarikan diri dari rumah mereka setelah dua rudal menerjang wilayah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roket seperti itu biasanya bukan berasal dari Hamas, tapi kelompok radikal lainnya di wilayah itu.
Hamas sendiri merupakan salah satu faksi besar di Palestina yang selama ini dianggap Tel Aviv sebagai kelompok teroris.
Namun, Israel kerap menuding Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas setiap serangan ke negaranya dan bahkan tak jarang menyerang balik Gaza yang sejak 2007-2017 lalu dikuasai Hamas.
Situasi terus memanas di perbatasan antara Israel dan Palestina, terutama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada awal Desember lalu.
Sejak saat itu, militan Palestina di Gaza telah menembakan setidaknya 18 roket atau mortir ke wilayah Israel. Enam di antara serangan roket itu berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Iron Dome. (vws)