FOTO: Petaka Kemarau di Tanah Cape Town

Reuters & AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 03/02/2018 16:40 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Cape Town, Afrika Selatan, kini menghadapi kekeringan terparah dalam 300 tahun terakhir. Seluruh penduduk kota dilanda kekalutan dan ketakutan.

Penduduk kota Cape Town, Afrika Selatan, kini menghadapi kengerian dan kekalutan. Dalam 10 pekan ke depan, pemerintah akan mematikan saluran air yang mengaliri jutaan rumah di sana. (REUTERS/Mike Hutchings)
Kekeringan terparah dalam 384 tahun terakhir membuat air di penampungan turun drastis sehingga pemerintah perlu merancang rencana penghentian air tersebut. Hari Nol mereka menyebutnya. (AFP PHOTO / RODGER BOSCH)
Seorang petinggi WWF, Christine Colvine, menyebut Hari Nol akan memunculkan ketakutan luar biasa.
Padahal, Afrika Selatan sendiri memiliki salah satu penampungan air terbesar di dunia yaitu danau Theewaterskloof. Hanya saja, musim kemarau yang telah berlangsung tiga tahun membuat sebagian besar bendungan itu mengering. (REUTERS/Mike Hutchings)
Dibutuhkan waktu berjalan kaki di bawah terik matahari selama 30 menit untuk mencapai 'genangan' air terakhir di danau itu. Kini di sisi danau terbentuk padang pasir yang di atasnya terdapat ikan-ikan mati. (REUTERS/Mike Hutchings)
Sebagai solusi, pemerintah akan menempatkan 200 titik penyaluran air di berbagai penjuru kota untuk menjamin kebutuhan 25 liter air per orang per hari. (REUTERS/Mike Hutchings)
Meski pemerintah menggelontorkan uang dan memberikan alternatif, kecemasan tetap melanda para warga.
Kecemasan juga membuat penduduk saling menyalahkan. Ada yang menuding perkebunan anggur yang terlalu mengambil pasokan air, dan bahkan satu pastur menuduh kekeringan ini akibat azab yang dikirimkan Tuhan karena keberadaan kaum LBGT. (REUTERS/Mike Hutchings)
Kisruh pun terjadi di antara lembaga pemerintah, terutama antara pemerintah pusat dan daerah. Kini, penanganan krisis air bersih pun sampai melibatkan militer. (AFP PHOTO / RODGER BOSCH)


ARTIKEL TERKAIT