Menanggapi langkah ini, mantan pemimpin redaksi majalah tersebut, John Huey, mengibaratkan kematian bagi perusahaan yang sempat menaunginya.
"RIP Time Inc. Perjalanan 95 tahun usai sudah," tulisnya melalui Twitter, belum lama ini, sebagaimana diakses CNNIndonesia.com pada Senin (5/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
"Dengan akuisisi ini, kami menciptakan media primer dan perusahaan marketing yang melayani 200 juta konsumen Amerika," kata CEO Meredith, Stephen M Lacy, dalam keterangan pers.
Dengan pembelian itu, Meredith menyatakan berencana untuk menciptakan "portfolio media nasional tak tertandingi dengan skala dan efisiensi lebih besar."
(aal)