Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan kepada dewan bahwa ada "bukti jelas dari puluhan korban" untuk menguatkan dugaan serangan klorin di timur Ghouta.
"Kini kita punya laporan bahwa rezim Assad telah menggunakan gas klorin terhadap warganya sendiri, sebanyak beberapa kali dalam pekan-pekan terakhir, termasuk kemarin," kata Haley sebagaimana dikutip AFP, Senin (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia menyerang balik dan menuding Amerika Serikat melakukan "kampanye propaganda" yang bertujuan untuk memfitnah Presiden Bashar al-Assad atas serangan kimia.
Lihat juga:Serangan Udara Suriah Tewaskan 29 Orang |
Rusia mengusulkan revisi atas draf yang diajukan AS. Versi itu tidak menyebutkan serangan di Ghouta Timur dan menekankan bahwa laporan tersebut mesti "diinvestigasi secara kredibel dan profesional."
Amerika Serikat menolak perubahan itu dan pada akhirnya tidak ada pernyataan yang diadopsi, kata sejumlah diplomat.
Haley mengecam Rusia karena menolak pernyataan yang menurutnya "kecaman sederhana atas dicekiknya anak-anak Suriah menggunakan gas klorin."
Duta besar Rusia menyatakan, meski siap mengecam penggunaan senjata kimia, Moskow tidak bisa mendukung draf itu "dalam bentuk yang ada sekarang" karena pernyataannya menuding Damaskus.
(aal)