Upacara yang dipimpin oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Pyeongchang, Jumat (9/2), adalah puncak upaya Seoul yang selama berbulan-bulan ini ingin meredakan ketegangan akibat ambisi senjata nuklir Korut.
Sebelum upacara dimulai, media Korea Selatan menyebut Pence diperkirakan bakal duduk di hadapan Kim Yong-nam, pemimpin negara seremonial Korut, di meja yang ditempati oleh 12 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pence berjabat tangan dengan sejumlah pemimpin negara, termasuk sekutu dekatnya, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, tapi tidak dengan Kim Yong-nam, kata laporan kantor presiden Korsel.
Pence berbicara setelah memberikan penghormatan untuk 46 pelaut Korea Selatan yang tewas dalam kapal karam 2010 lalu. Seoul menuding peristiwa itu terjadi akibat torpedo Korut.
[Gambas:Video CNN]
Kim Yong-nam mendarat di Korea Selatan pada Jumat, bersama Kim Yo-jong, adik pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Mereka tiba menggunakan jet pribadi.
Pesawat putih itu dihiasi tulisan Republik Rakyat Demokratis Korea, nama resmi Korea Utara, yang tertulis dengan huruf hitam berbahasa Korea, diikuti bendera kebangsaannya.
(aal)