Meski penguatan relasi dan kerja sama dengan negara lain harus tetap diutamakan oleh diplomat-diplomat Indonesia di luar negeri, menurut Wiranto, perwakilan RI juga mesti memantau pergerakan dan strategi negara lain untuk memetakan tantangan bagi Indonesia.
"Jika kita ingin maju sebagai bangsa, kita harus tahu tantangan apa yang kita hadapi, pesaingnya siapa, dan kekuatan pesaing kita seperti apa agar bisa merumuskan konsep untuk bisa menang dalam suatu persaingan global yang sangat ketat ini," kata Wiranto usai rapat bersama 134 dubes RI di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini tantangan global, regional, dan nasional berbeda tapi saling berhubungan. Ini adalah salah satu perubahan lingkungan yang harus kita ketahui bersama, termasuk para dubes kita di luar negeri," ujarnya.
Menurutnya, agar Indonesia bisa jadi negara yang sejahtera secara ekonomi, pemerintah harus bisa mempertahankan stabilitas keamanan dan politik negara. Sebab, pertumbuhan dan kebijakan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan bisa terjadi jika kondisi politik dan keamanan negara stabil dan terjamin.
"Kita kan ingin mencapai kesejahteraan ekonomi dengan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Artinya Indonesia harus bisa menjadi negara yang kuat secara ekonomi.
"Agar kuat secara ekonomi angka pertumbuhan harus kuat juga yang mana baru bisa terjadi jika kebijakan makro dan mikro sehat. Kebijakan sehat itu bisa diterapkan pada akhirnya jika kondisi politik, hukum, dan keamanan stabil," ujar Wiranto.
"Saya sampaikan ke mereka [para dubes] ayolah kita semua merasa miliki negeri ini yang kita cintai. Kita juga harus mampu mengoreksi diri apakah kita sudah sepadan dengan jabatan dan kewajiban kita selama ini. Kalau belum ya harus kita tingkatkan," lanjutnya. (aal)