"Salah satu indikasi genosida itu ditemukannya kuburan massal. Saat kunjungan diplomatik kemarin sejumlah dubes, termasuk saya, dibawa ke Rakhine dan kami melihat memang ada kuburan tapi itu kuburan warga biasa, bukan kuburan massal," ujar Ito di sela rapat Kepala Perwakilan RI di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (13/2).
"Salah satu rekan saya, Dubes Singapura untuk Myanmar, juga mengatakan hal yang sama. Beliau yang bahkan merupakan mantan orang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan cukup keras soal ini mengatakan tidak ada indikasi kuburan massal di Rakhine, hanya kuburan biasa," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Ito tidak ingin mengatakan bahwa tidak ada tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rakhine hingga memicu gelombang sedikitnya 700 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh sejak Agustus lalu.
Ito mengatakan perlu ada pemeriksaan yang benar-benar independen mengenai krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine dan verifikasi mengenai dugaan pelanggaran HAM yang terjadi selama ini.
Lebih lanjut, Ito mengatakan kunjungan terakhirnya ke Rakhine adalah 9 Februari lalu. Saat itu, Ito melihat ratusan tempat penampungan dan rumah tinggal baru telah dibangun untuk menampung ratusan ribu pengungsi Rohingya yang rencananya akan direpatriasi dari Bangladesh dalam waktu dekat.
(aal)