Rekaman video di media sosial menunjukkan bentrokan antara polisi antihuru-hara dan anggota Gonabadi, kelompok penganut Sufi yang dipandang sebagai ancaman bagi pemerintah Syiah.
Para demonstran sempat berkumpul di depan kantor polisi di utara Teheran, menuntut agar beberapa anggota sektenya yang ditahan dibebaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua anggota Basij, kelompok relawan bersenjata di bawah komando Garda Revolusi, juga tewas, kata Montazer al-Mahdi dikutip kantor berita ISNA, sebagaimana dilaporkan Reuters, Selasa (20/2).
DIa mengatakan lebih dari 300 orang telah ditangkap, termasuk dua pengemudi "kendaraan maut" tersebut.
Video lain dari media sosial menunjukkan polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran. Ada pula foto anggota kelompok tersebut yang berdarah-darah di bagian wajah.
Menurut Majzooban, situs yang terkait dengan Sufi Gonabadi, sejumlah demonstran ditembak oleh polisi. Situs itu juga melaporkan beberapa orang yang terluka ditahan di Rumah Sakit.
Menurut Center for Human Rights in Iran (CHRI), kelompok nirlaba yang berbasis di New York, sejumlah anggota kelompok Sufi itu telah ditangkap dalam dua bulan terakhir.
Organisasi itu menyebut 10 anggota kelompok terluka dan lainnya ditahan di kota Kowar, provinsi Fars, pada 14 Januari setelah polisi menyerang demo yang menunutut pembebasan penganut Sufi lain.
(aal)