FOTO: Rumah-Rumah Bawah Tanah di Tunisia

REUTERS/Zohra Bensemra , CNN Indonesia | Minggu, 25/02/2018 03:37 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Di sebuah lembah yang gersang di wilayah Djebel Dahar, Tunisia Selatan, selama berabad-abad orang telah tinggal di rumah-rumah di bawah tanah.

Rumah-rumah yang terletak di sekitar Matmata, daerah sekitar kawah yang dikenali lewat pohon-pohon palem dan kebun zaitun itu terletak sekitar 365 km sebelah selatan Ibu Kota Tunisia. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Rumah-rumah tersebut terdiri atas kamar-kamar yang dipahat di dinding halaman yang melingkar.  (REUTERS/Zohra Bensemra)
Bentuknya khas, meski konstruksi serupa bisa ditemukan di seberang perbatasan di Libya, sebelah barat daya.  (REUTERS/Zohra Bensemra)
Di bagian lain Djebel Dahar, rumah dan gudang dipahat dari batu dan tanah di atas permukaan. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Namun dalam beberapa dekade terakhir, berkurangnya populasi warga desa membuat orang-orang yang tinggal di sana makin sedikit. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Beberapa keluarga meninggalkan rumah-rumah bawah tanahnya saat kota-kota dan desa-desa baru didirikan di era-1960-an dan 1970an, sebagai bagian dari modernisasi yang dicanangkan Presiden Habib Bourguiba.  (REUTERS/Zohra Bensemra)
Sengketa warisan, kekeringan atau hujan lebat yang menyebabkan rumah runtuh juga menyebabkan sejumlah eksodus. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Beberapa di antaranya membangun rumah modern di sebelahnya, dan menggunakan rumah tradisional sebagai kandang kuda atau bengkel. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Beberapa warga yang bertahan mengaku terikat dengan rumah-rumah tersebut, atau tidak tahu mau pindah ke mana. Warga sebagian besar tingga di kebun zaitun atau kawasan wisata. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Matmata pernah menjadi kawasan wisata populer setelah rumah troglodite diubah menjadi hotel, dan digunakan sebagai tempat syuting film Star Wars di era 1970-an. (REUTERS/Zohra Bensemra)