Mantan wali kota Davao telah lama mendukung federalisme untuk mengatasi kesenjangan kesejahteraan, memberi kekuasaan regional dan mengakui keberagaman di negara tersebut.
Sebuah panel beranggota 19 orang dibentuk oleh Duterte pada bulan lalu, terdiri dari pakar hukum konstitusional dan dikepalai mantan Hakim Agung. Mereka telah mengajukan model federal yang mirip dengan Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan mundur pada 2020, saya tidak akan menunggu hingga 2022," ujarnya dalam pidato yang dikutip Reuters pada Rabu (28/2).
"Saya tua. Saya tidak punya ambisi lagi. Saya benar-benar ingin beristirahat."
[Gambas:Video CNN]
Para sekutu Duterte di kamar bawah Kongres Filipina pada bulan lalu sepakat membentuk dewan konstituen untuk merevisi konstitusi, membatalkan pemilu masa pertengahan dan memperpanjang masa jabatan semua pejabat terpilih.
Konstitusi itu disahkan pada 1987 setelah diktator Ferdinand Marcos digulingkan dalam revolusi berdarah.
Para pakar meyakini Duterte mungkin berhasil mengubah konstitusi karena popularitas tinggi dan mayoritas super yang dia genggam di Kongres.
(aal)