Helmand merupakan provinsi kaya opium yang masih dipengaruhi Taliban.
"Seorang pria berjanggut mengenakan turban hitam yang mengaku dirinya seorang warga Jerman dan berbicara bahasa Jerman ditangkap bersma tiga orang lainnya yang diduga anggota Taliban," kata juru bicara Gubernur Helmand, Omar Zwak, sebagaimana dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga Jerman itu menyebut dirinya sebagai Abdul Wadood dan telah dibawa ke Provinsi Kandahar untuk pemeriksaan lebih lanjut," bunyi pernyataan militer.
Dari sejumlah foto yang diambil militer menunjukkan warga Jerman itu berusia sekitar 40 tahun. Dia memiliki janggut berwarna cokelat kemerahan.
Pria tersebut mengenakan penutup kepala hitam dan baju tradisional Afghanistan lengkap dengan rompi militer berwarna khaki.
Dalam gambar itu, warga Jerman tersebut diapit dua pasukan khusus Afghanistan lengkap dengan pakaian tempur mereka.
Kepala Polisi Gereshk, Ismail Khplwak, menyebut warga Jerman itu sebagai "penasihat militer Mullah Nasir" yang merupakan komandan elit Unit Merah Taliban di Helmand.
Pasukan Unit Merah dikenal sebagai pasukan khusus Taliban yang kerap melakukan banyak serangan besar terhadap polisi dan tentara Afghanistan.
"Warga Jerman dan dua orang lainnya ditangkap saat berada di sebuah pusat pertambangan. Senjata dan amunisi juga ikut disita dalam penangkapan itu," kata Khplwak.
Dia menambahkan sejumlah anggota Taliban lainnya tewas dalam razia tersebut.
Penangkapan warga asing bersama pemberontak ini memang bukan yang pertama kali di Afghanistan.
Banyak warga asing, termasuk yang berasal dari negara Barat, bergabung dengan kelompok teroris dan pemberontak tak hanya di Afghanistan bahkan negara lainnya seperti di Timur Tengah.
Salah satu yang paling menjadi sorotan adalah penangkapan warga Amerika Serikat bernama John Walker Lindh pada 2002 lalu. Dia disebut sebagai "Taliban Amerika" dan divonis 20 tahun penjara.
[Gambas:Video CNN]
(nat)